Berita & Lowongan Pelaut Indonesia
Portal Media Pelaut Indonesia

7 Teknologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal

0 173

- Advertisement -

Indoseafarer.com – Mengurangi konsumsi bahan bakar kapal serta emisi karbon atau emisi bahan bakar merupakan dua perhatian utama industri perkapalan saat ini. Bahkan untuk emisi bahan bakar, badan organisasi maritim dunia Internarional Maritime Organization (IMO) pun mengawasi secara ketat melalui MARPOL 73/78
PERATURAN TENTANG PENCEGAHAN
PENCEMARAN UDARA DARI KAPAL dan juga peraturan kandungan 0,5% Sulfur bahan bakar yang akan diberlakukan pada 2020 mendatang.

Selama ini, telah banyak penelitian, pengembangan serta usaha yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan penghematan bahan bakar serta menekan kandungan emisi dalam industri maritim. Dari sisi sumber energi misalnya, penelitian serta pengembangan energi terbarukan atau energi alternatif terus didalami dari tahun ke tahun, sedangkan pada sisi teknologinya berbagai macam penelitian, perancangan, modifikasi serta pengembangan dan penyempurnaan terus dilakukan.

Bahan bakar Liquefied natural gas (LNG), adalah yang menjadi pilihan kebanyakan industri maritim saat ini untuk menekan biaya operasional. Teknologi Dual Fuel (DF) engine adalah pilihannya dimana mesin konvensional yang tadinya hanya menggunakan solar, HSD, HFO atau MDO sebagai bahan bakarnya dimodifikasi pada beberapa partnya sehingga dapat menggunakan dua jenis bahan bakar berbeda yakni gas atau LNG dan bahan bakar yang disebutkan diatas.

Bahan bakar LNG selain irit dan dapat mengurangi biaya operasional perusahaan pelayaran, LNG juga ramah terhadap lingkungan sehingga dapat memenuhi peraturan lingkungan yang ketat.

- Advertisement -

Pada artikel ini, kita akan melihat keduanya, yaitu beberapa metode yang paling umum digunakan serta beberapa teknologi terbaru yang belum lama dikenalkan dalam industri maritim untuk mencapai tujuan penghematan bahan bakar serta emisi rendah.

1. Air Lubrication

Sistem Air Lubrication atau pelumasan udara atau gelembung udara adalah salah satu metode untuk mengurangi hambatan dan gesekan (friction) antara lambung kapal dan air laut dengan menggunakan gelembung udara itu tadi. Metode ini dikenal dengan “teknologi gelembung atau buble technology“. Prinsip cara kerja metode ini cukup sederhana yaitu meniup atau memasok udara ke bagian bawah lambung kapal sehingga lapisan gelembung-gelembung kecil tercipta sehingga dapat membantu mengurangi gesekan antara lambung kapal dan air laut.

reduction-friction-on-ship
Buble Technology pada permukaan lambung bawah kapal

Mensuplai udara kebawah dasar permukaan lambung kapal dapat mengurangi hambatan permukaan lambung bawah kapal sehingga menciptakan efek hemat energi. Namun metode ini harus didukung dengan desain lambung bawah kapal yang tepat, sistem pelumasan udara atau buble technology diharapkan juga dapat mengurangi emisi CO2 antara 10-15% bersamaan dengan penghematan bahan bakar yang cukup signifikan. Hal ini dapat terjadi karena beban kapal dikurangi sedikit oleh metode tadi dari total beban yang diangkat oleh lambung kapal.

2. Fuel Saving Propeller

Teknologi Fuel Saving Propeller ini telah digunakan oleh Hyundai Heavy Industries (HHI) yang disebut dengan teknologi Hi-FIN yang terpasang pada hub baling-baling kapal. HI-FIN berputar mengimbangi putaran dari baling-baling sehingga meningkatkan efisiensi dari propulsi.

Teknologi ini telah dicoba pada kapal LNG Carrier milik HHI sendiri dengan bobot kapal DWT 162,000 ton. HHI menemukan bahwa metoda dan teknologi ini dapat menghemat bahan bakar hingga 2.5% dibandingkan dengan kapal berbobot sama yang tidak menggunakan HI-FIN. Jika, teknologi ini digunakan pada kapal kontainer 8,600 TEU, pemilik kapal dapat menghemat hingga 750.000 Dolar per tahun dan atau $19 juta Dolar untuk 25 tahun dihitung dari masa kapal kedepan.

Fuel-Saving-Propeller
Teknologi HI-FIN pada Propeller kapal

Hyundai Heavy Industries (HHI) telah berhasil menemukan metode cerdas ini dan hingga saat ini telah lebih dari 30 kapal telah menggunakan HI-FIN. HHI berharap lebih banyak lagi pemilik kapal yang menggunakan teknologi ini di kapal-kapal mereka dimana teknologi ini sudah dapat digunakan pada segala jenis kapal seperti VLCC, LPG carriers dan juga Kapal Container.

3. Sistem Onboard DC Grid

Sistem onboard DC Grid dikenalkan oleh ABB, diklaim bahwa teknologi ini adalah sistem propulsi efisien dan modern yang dapat membantu mengurangi bahan bakar hingga 27%. Sistemnya adalah electric, memiliki baling-baling dan pendorong mutakhir yang dapat dipilih dari berbagai desain yang tersedia. Sistem ini memiliki konverter modern untuk kontrol kecepatan kapal secara halus dan efisien dan menggunakan common rail injection yang dapat digunakan untuk bahan bakar gas.

Onboard-DC-Grid
Teknologi Onboard DC Grid pada kapal OSV Dina Star

Selain dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, onboard DC Grid juga terbukti mengurangi tingkat kebisingan di kapal serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Sistem ini memungkinkan mesin kapal berjalan pada kecepatan variabel sesuai beban mesin yang telah diidetifikasi oleh sistem sehingga dapat menghemat bahan bakar. Onboard DC Grid telah berhasil diujicobakan oleh Pon Power yang bekerja sama dengan ABB pada kapal Dina Star, Offshore Supply vessel (OSV) milik perusahaan Myklebusthaug. Selain dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, ujicoba tersebut juga menunjukkan pengurangan kebisingan di ruang mesin hingga 30 persen.

4. Low Loss Hybrid Energy System

Low Loss Hybrid (LLH) System adalah teknologi inovatif oleh Wartsila. Teknologi inovatif ini memanfaatkan sumber daya berbeda yang dikombinasikan dengan sebuah perangkat penyimpanan energi untuk mengoperasikan penggerak utama lebih dekat dengan kinerja optimalnya. Fitur utama dari sistem ini adalah kemampuannya untuk mengurangi beban sementara yang dihasilkan oleh mesin yang menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat dan juga emisi tentunya. LLH terintegrasi dengan unit kontrol inverter dan antarmuka pengguna dengan konvensional power management system.

Selanjutnya, dengan meningkatkan redundansi daya, sistem ini memungkinkan mesin beroperasi ke titik dekat optimal sesuai desainnya sehingga efisiensi tertinggi dapat dicapai dengan emisi rendah. Selain dapat mengurangi bahan bakar hingga 15%, Teknologi LLH memastikan pengurangan emisi gas buang secara substansial.

5. Modikasi Bulbous Bow Kapal

Memodifikasi Bulbous Bow Kapal terbukti dapat mengurangi konsumsi bahanobat bakar. Cara ini adalah cara efisien yang terbukti berhasil. Perusahaan pelayaran dunia seperti NYK group dan Maersk line menggunakan teknik ini dan sukses mengurangi konsumsi bahan bakar.

Bulbous Bow
Remodelling Bulbous Bow Kapal (kiri: Bulbous Bow Standart) (Kanan: Remodelling Bulbous Bow).

NYK group membuat bulbous bow energy-saving untuk kapal-kapal container mereka. Teknologi ini berhasil memangkas pemakaian bahan bakar dan mengurangi Karbon Dioxida (CO2) hingga 23% yang diuji coba selama setengah tahun sementara Maersk group dapat mengurangi cost bahan bakar hingga 8%. Dilain sisi, perusahaan pelayaran Clipper group yang berbasis di Copenhagen, Denmark bisa mengurangi pemakaian bahan bakar secara signifikan pada, kapal-kapal mereka dengan metode yang sama.

6. Teknologi Emulsi Bahan Bakar atau Fuel Oil Emulsion (FOE)

Emulsi bahan bakar adalah bahan bakar yang dicampur dengan air, kunci pencampurannya menggunakan surfactant. Teknologi ini dikembangkan oleh Blended Oil Solutions

Secara keseluruhan Emulsi bahan bakar adalah: cairan yang terbentuk dari campuran dua zat, zat yang satu terdapat dalam keadaan terpisah secara halus atau merata di dalam zat yang lain (seperti persenyawaan zat-zat bergetah atau berlemak dengan air).

Pada teknologi pengurangan pemakain bahan bakar di sektor maritim, pencampuran dua jenis zat ini adalah bahan bakar(solar, MDO, HSD dll) dan air, sedangkan dalam metode untuk mengurangi pemakaian bahan bakar di kapal, secara keseluruhan bahan bakar yang terbakar saat pemakaian di mesin kapal adalah bahan bakar yang tidak tercampur dengan baik atau tidak merata saat proses pencampuran (emulsi) tadi. Sedangkan bahan bakar yang tercampur dengan baik dan merata saat proses emulsi tidak ikut rerbakar. Dengan demikian maka tentunya pemakain bahan bakar akan lebih sedikit dan level emisi juga berkurang.

Uji coba yang dilakukan untuk teknologi ini menunjukkan konsumsi bahan bakar dan emisi berkurang.

7. Teknologi Tenaga Angin dan Tenaga Surya (Wind and Solar Power)

Teknologi wind power atau energi dari tenaga angin sudah banyak diketahui orang, teknologi ini juga banyak digunakan sebagai sumber energi alternatif yang menjanjikan terutama bagi dunia maritim. Sudah sejak lama teknologi ini di eksplorasi sebagai teknologi alternatif untuk megurangi biaya perusahan pelayaran terutama dalam hal pemakaian bahan bakar.

Sebuah ujicoba terhadap teknologi penggerak angin ini yang dilakukan oleh Norsepower mengkonfirmasi penghematan bahan bakar sebesar 2,6% menggunakan satu Sail Rotor kecil.

Selain itu, desain baru kapal ro-pax yang diluncurkan oleh Deltamarin yang menggunakan enam rotor sail terbukti berhasil dapat mengurangi konsumsi bahan bakar.

Ro-pax kapal Deltamarin
Ro-pax, desain kapal Deltamarin

Ada juga teknologi lain seperti Auxiliary Sail Propulsion System (ASPS) yang dikembangkan oleh Windship Technology Ltd yang menggunakan teknologi layar fixed wing. Dalam sistem ini dua tiang setinggi 35 meter dipasang masing-masing di geladak kapal yang dilengkapi dengan tiga sayap aerodinamis.

Tiang layar di desain dapat bergerak secara otomatis dan memanfaatkan kekuatan angin yang ada seiring kecepatan dan sudut angin yang berubah-ubah, sistem ini menggunakan lebih banyak tenaga angin ketimbang  tenaga mesin sehingga dapat menghemat bahan bakar.

Sama seperti energi angin, tenaga surya juga telah lama dieksplorasi secara luas sebagai sumber energi alternatif bagi kapal. Bahkan perusahaan solar power solutions

sudah merilis produk kapal bertenaga surya untuk penggunaan komersil.

Terlepas dari 7 teknologi dan metode yang disebutkan di atas, masih banyak penelitian lain dilakukan di bidang anti-fouling paints, software tools dan low fuel consumption marine engine.

Catatan: 7 Teknologi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar kapal diatas adalah bukan daftar lengkap, namum metode dan teknologi ini yang paling sering digunakan oleh banyak industri marine serta metode dan teknologi terkini.

Sumber Marineinsight
Komentar
Loading...