Berita & Lowongan Pelaut Indonesia
Portal Media Pelaut Indonesia

Impor Minyak Mentah Asia Tenggara (Termasuk Indonesia) Akan Naik Dua Kali Lipat di 2040

20

- Advertisement -

Indoseafarer.com – Asia Tenggara menurut laporan Badan Energi Internasional – International Energy Agency (IEA) minggu ini, bahwa permintaan/impor minyak mentah akan meningkat dua kali lipat pada 2040. IEA mengatakan bahwa hal ini karena wilayah Asia Tenggara saat ini banyak menambahkan kapasitas penyulingan (refining) baru untuk dapat memenuhi permintaan di negara masing-masing yang terus meningkat, namun ouput/produksi terus menurun.

Negara seperti China dan India diperkirakan akan memiliki sekitar dua pertiga pertumbuhan permintaan minyak global selama 20 tahun ke depan, sehingga impor minyak mentah bersih Asia Tenggara akan tumbuh menjadi 5,5 juta barel per hari (bpd) pada tahun 2040 dari saat ini di 2,1 juta barel per hari.

Tumbuhnya kapasitas penyulingan baru hingga 60 persen belum bisa mencukupi kebutuhan yang ada sehingga produksi minyak mentah akan naik menjadi 7,7 juta barel per hari.

IEA mengatakan: “Sejumlah risiko ada, paling tidak ketergantungan pada sejumlah kecil pemasok di Timur Tengah, sementara tekanan pada Selat Malaka meningkat karena kurangnya alternatif yang layak,” pernyataan ini mengacu pada rute pelayaran yang sibuk dimana sebagian besar impor minyak mentah Asia.

- Advertisement -

Produksi minyak di Asia tenggara bisa turun sekitar 30 persen menjadi 1,7 juta bpd pada 2040. Produksi minyak mentah dari beberapa negara yang akan turun seperti di Malaysia, Thailand dan juga Indonesia, sedangkan permintahan sebesar 8,8 juta barel per hari.

Data IEA menunjukan bahwa penambahan kilang regional telah menghambat pertumbuhan permintaan dalam 15 tahun terakhir, sedangkan kapasitas pengolahan minyak mentah dalam 5 tahun kedepan akan mampu memproduksi sekitar 870.000 bpd.

Baca juga:
1 of 4

Ini akan mencakup Petronas-Saudi Aramco’s 300,000-bpd complex di Malaysia, 200,000-bpd Nghi Son kilang minyak di Vietnam dan 175,000-bpd kilang minyak di Brunei yang dibangun oleh perusahaan Cina.

Pembangunan kilang pertama Kamboja juga sudah dimulai tahun ini. Di Indonesia, ekspansi juga direncanakan di Balikpapan dan Cilacap, kedua wilayah ini merupakan importir bensin utama Asia, dan di Thailand serta Vietnam.

Menurut Yan Bastian, Oil and Gas Project Investment Analyst di PT.Pertamina (Persero) “Kilang kami sudah sangat tua. Itu sebabnya kami membutuhkan investasi baru, proyek baru untuk mengisi celah, ” Yan menambahkan bahwa pasar bahan bakar di negara ini (Indonesia) sangat besar.

Impor bensin (gasoline) di Indonesia rata-rata mencapai antara 8 juta dan 10 juta barel per bulan untuk tahun ini, yakni setara dengan sekitar 8,2 persen dari total produksi bensin China pada bulan September lalu.

Meskipun kapasitas penyulingan baru yang ada, Asia Tenggara akan terus mengimpor sekitar 1,3 juta barel per hari minyak mentah pada tahun 2040, dan impor ini akan terus stabil agar dapat memenuhi permintaan transportasi dan petrokimia, demikian IEA mengatakan.

Pertumbuhan impor tercepat adalah untuk bahan bakar gas cair (LPG) dan minyak tanah, tambah IEA.

Sumber Reuters
Komentar
Loading...