Berita & Lowongan Pelaut Indonesia
Portal Media Pelaut Indonesia

Jalapatih 2, Kapal ITS Bertenaga Matahari Lolos Ikut Race di Belanda

42

- Advertisement -

Indoseafarer.com – Jalapatih 2, inilah kapal bertenaga matahari besutan sepuluh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dari jurusan Teknik Sistem Perkapalan. Jalapatih 2 dinyatakan lolos untuk dapat mengikuti ajang “Dutch Solar Challenge” di Amsterdam, Belanda, 3 Juli 2016 lalu.

Sekar Adhaninggar, dalam surat elektronik dari Belanda yang diterima Antara di Surabaya, Sabtu mengatakan:

“Saat ini, kami sudah berhasil lolos semua tahap dan diperbolehkan mengikuti lomba mulai Minggu (3/7),”

Jalapatih 2  lolos dari serangkaian tes sebelum beradu cepat dan bermanuver di kanal-kanal kota Amsterdam, Lemmer, Drachten, Grou, dan Leeuwarden, maka tim ITS diperbolehkan mengikuti kompetisi hingga besok tanggal 9 Juli 2016.

- Advertisement -

Peluncuran Jalapatih 2 Oleh ITS
Peluncuran Jalapatih 2 Oleh ITS (img Credit: ITS)

Dalam ajang balapan ini sedikitnya ada 39 tim yang terdaftar dari total 11 negara yang ikut dalam ajang lomba yang diadakan setiap dua tahun sekali. ITS merupakan satu dari tiga tim yang berasal dari Asia, dimana salah satunya juga dari Indonesia yaitu UI dan satu tim lagi berasal dari China.

Beberapa tahap kualifikasi harus dilewati oleh Jalapatih 2 sebelum mengikuti race, tahap kualifikasi meliputi meliputi swimming test bagi para pengemudi kapal, yang mana setiap tim diperbolehkan mencalonkan empat driver, technical inspection, mechanical and safety inspection, battery test, stabillity test, dan sailing test.

Nama Jalapatih 2 besutan ITS diambil dalam Bahasa Jawa yang berarti penguasa perairan, kapal ini merupakan kapal kedua dimana sebelumnya juga pernah ikut dalam lomba serupa.

Jalapatih 2 terbuat dari carbon fiber sepanjang 6 meter dan digerakkan dengan baling-baling (propeller) sebesar 1,25 PK. Kapal bertipe semi-trimaran dan berawak satu orang itu dilengkapi dengan empat panel solar sel berukuran 80 x 160 cm yang dapat menghasilkan energi maksimum seribu watt power yang digunakan menggerakan propeller.

“Dua tahun lalu, kami sudah ikut, hasilnya memang belum memuaskan. Insyaa Allah, tahun ini kami lebih siap dan belajar dari pengalaman sebelumnya dan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang jauh lebih baik. Mohon doa restunya,” kata Agus Santoso, dosen pembimbing yang ikut mendampingi di arena lomba.

Menurut Sekar Adhaninggar, tim yang mengikuti lomba dua tahunan ini sudah terbentuk sejak 2014. Kapal pun dibuat sendiri di Laboratorium Motor Bakar.

“Mudah-mudahan persiapan yang lama ini bisa menghasilkan prestasi maksimal. Kami juga belajar dari pengalaman sebelumnya saat mengikuti lomba serupa dua tahun lalu,” kata Sekar.

Sumber: Antara

Komentar
Loading...