Berita & Lowongan Pelaut Indonesia
Portal Media Pelaut Indonesia

Kapal Container Jerman Diserang, 6 ABK Diculik Termasuk Nahkoda

862

- Advertisement -

Indoseafarer.comKapal Container Jerman, DEMETER berbendera Monrovia diserang oleh bajak laut sekitar pukul 0600 UTC, 21 Oktober pada posisi 03 47N 007 09E sebelah selatan Port Harcourt, Nigeria, Bight of Bonny, saat dalam perjalanan dari Malabo Equatorial Guinea ke Monrovia, Liberia.

Bajak laut menaiki kapal Container tersebut dan menculik 6 orang Anak Buah Kapal (ABK); termasuk didalamnya: Master, Chief Officer, Second Officer, Second Engineer, Bosun dan Cook. Setelah menculik enam orang tersebut, bajak laut kemudian meninggalkan DEMETER.

Menurut laporan, ada 8 orang perompak yang naik ke kapal menggunakan speedboat warna hitam. 12 ABK lainnya dikabarkan selamat, kapal tersebut melanjutkan berlayar menuju Monrovia dan diperkirakan tiba pada 25 Oktober 2017.

Kapal Container DEMETER
Kapal Container DEMETER (Img Credit: Marinetraffic.com)
Baca juga:
1 of 5

- Advertisement -

Kronologis Singkat

Pada 23 Oktober 2017 pukul 1300 UTC, kapal tersebut berada di Teluk Guinea di sebelah tenggara Abijan, berlayar menuju Monrovia dengan kecepatan 12 knot. Awak kapal yang diculik belum diketahui berasal dari negara mana.

Negara Nigeria komentari penculikan ini bahwa efektif untuk melawan pembajakan dan perampok bersenjata namun bahwa penjagaan dan pengawalan bersenjata di atas kapal tidak akan diizinkan di kapal-kapal yang beroperasi di perairan negara tersebut atau di pelabuhan negara tersebut. Aturan ini berlaku bagi siapa saja yang membawa senjata api. Negara tersebut telah memperingatkan bahwa setiap kapal yang ditemukan dengan penjagaan bersenjata di kapal akan ditahan. lebih detailnya dapat dilihat disini: https://africaports.co.za/#two

Aturan inilah yang memaksa setiap industri pelayaran yang memiliki kapal melewati jalur negara tersebut meminta agar konvensi internasional untuk memenuhi hak keselamatan kru kapal berkaitan dengan pengawalan dan penjagaan bersenjata di negara-negara pantai yang melarang penjaga bersenjata terutama negara-negara seperti Nigeria.

Komentar
Loading...