Berita & Lowongan Pelaut Indonesia
Portal Media Pelaut Indonesia

L’Astrolabe: Kapal Pertama di Dunia Yang Memenuhi Standar Regulasi IMO Tier III EIAPP

L'Astrolabe Powered by Wärtsilä 20 diesel engine, Kapal pertama di dunia yang memenuhi standar IMO Tier III EIAPP.

0 414

- Advertisement -

Indoseafarer.comL’Astrolabe, adalah kapal pertama di dunia (kapal logistik) yang memenuhi standar IMO Tier III EIAPP (Engine International Air Pollution Prevention), yakni peraturan IMO tentang pencegahan pencemaran udara internasional. Dalam Annex VI MARPOL 73/78 mengatur pencegahan udara dari kapal. Tier III mengatur tentang mesin diesel yang terpasang diatas kapal, gas emisinya (NOx) harus memenuhi regulasi IMO.

L’Astrolabe dibangun oleh PIRIOU (Perancis) untuk digunakan oleh Administrasi French Southern dan administrasi Antarctic Lands dalam mengangkut personil dan pasokan atau cargo ke stasiun penelitian Dumont d’Urville di Antartika.

Kapal ini dibangun menggunakan mesin diesel Wärtsilä 20 dikombinasikan dengan Wärtsilä NOR systems yang secara penuh memenuhi peraturan emisi gas buang IMO Tier III yang tercantum dalam Lampiran VI konvensi MARPOL 73/78. Sertifikasi IMO Tier III EIAPP dilakukan sesuai Skema B berdasarkan persyaratan IMO Resolution MEPC.198 (62) dan sertifikat EIAPP Tier III dikeluarkan oleh Bureau Veritas.

Secara general L’Astrolabe dibangun menggunakan machinery dari Wartsila yang terdiri dari empat mesin utama (Main engine) Wartsila 20, dua pitch propeller dan shaft lines Wartsila yang dapat dikontrol termasuk roda gigi (reduction gears), Wärtsilä NOR system serta tunnel thruster.

- Advertisement -

Wartsila-NOx-Reducer
Wartsila NOx Reducer (img credit: Wartsila.com)
nor-layout-diagram
NOR System Layout Diagram (img credit: Wartsila.com)

Selective Catalytic Reduction (SCR) saat ini merupakan sarana utama untuk pengurangan kandungan NOx  di mesin, Wärtsilä’s NOR system saat ini tersedia untuk bisa digunakan pada semua tipe mesin kecepatan sedang warstila. Sistem ini memungkinkan kapal mengurangi emisi NOx guna memenuhi regulasi IMO. Wärtsilä NOR system bekerja dengan cara membersihkan atau mengoptimalkan gas buang mesin untuk mengurangi emisi bahan bakar. Selain itu, sistem ini juga dapat mengurangi kebisingan serta efisiensi terhadap mesin. Wärtsilä menyediakan sertifikat IMO dan EPA Tier III untuk mesinnya yang dikombinasikan dengan Wärtsilä NOR system.


Selective catalytic reduction (SCR) adalah alat untuk mengubah oksida nitrogen, yang juga disebut NOX dengan bantuan katalis menjadi nitrogen diatomik (N2), dan air (H2O). Suatu reduktan gas, amonia atau amida berair, ditambahkan ke aliran gas buang dan diadsorpsi Ke katalis. Karbon dioksida, CO2 adalah produk reaksi bila urea digunakan sebagai reduktan.

Contoh-SCR-System-untuk-NOx-di-Boiler
Contoh-SCR-System-untuk-NOx-di-Boiler

“Kami dengan senang hati memberikan kombinasi antara mesin diesel dan sistem SCR dalam lingkup penawaran yang sama, dan kami bertanggung jawab penuh atas emisi gas buang, kinerja, dokumentasi, persetujuan hukum serta sertifikasi. Paket yang kami tawarkan seperti ini dapat memudahkan galangan kapal dan operator kapal, dan karena dipicu oleh regulasi IMO diharapkan dapat meningkatnya galangan kapal dan pemilik kapal menggunakan sistem ini. Mesin yang digunakan harus kompatibel dengan SCR, dan SCR harus sesuai dengan tujuannya. Kami senang dapat bekerja sama dengan Chantiers Piriou, ” Juha Kytölä, Vice President, Environmental Solutions, Wärtsilä Marine Solutions mengatakan.

Dilain sisi, Vincent Faujour, CEO PIRIOU mengatakan bahwa: “Untuk jenis kapal yang beroperasi di lautan yang penuh dengan es dan cuaca yang paling menantang, pemilihan mesin harus dilakukan secara hati-hati. Kami tahu dan menghargai kemampuan Wärtsilä serta pengetahuan teknis mereka, dan kami yakin bahwa kami telah membuat pilihan terbaik untuk kapal penting ini,”

L’Astrolabe memiliki akomodasi untuk 60 orang, kapasitas kargo 1400 metrik ton, dan dilengkapi dengan helideck yang cukup besar untuk menampung dua helikopter.

 

Komentar
Loading...