Layanan Pelabuhan Perikanan Prima Selama Menjelang Lebaran

Layanan Pelabuhan Perikanan Prima Selama Menjelang Lebaran

Layanan Pelabuhan Perikanan Prima Selama Menjelang Lebaran

BANTEN, 26 Maret – Menghadapi momen menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen menjaga kelancaran pelayanan di sektor kelautan, terutama di pelabuhan perikanan. Meskipun sistem kerja Work From Anywhere (WFA) sedang diterapkan, KKP memastikan bahwa aktivitas pelayanan publik di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Banten, tetap berjalan optimal.

Layanan Pelabuhan Perikanan Prima Selama Menjelang Lebaran

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab KKP dalam menjamin ketersediaan stok ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Lebaran. Selain itu, KKP juga berupaya menjaga rantai pasok perikanan agar tidak terganggu oleh perubahan pola kerja menjelang libur panjang. Dengan demikian, masyarakat tetap bisa mengakses produk perikanan segar tanpa kendala distribusi atau logistik.

Ketersediaan Ikan Terpantau Aman
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Muhammad Zaini, mengungkapkan bahwa KKP telah melakukan langkah-langkah antisipatif sejak jauh hari. Pihaknya memastikan bahwa stok ikan di pelabuhan perikanan, termasuk di Karangantu, cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama Ramadan hingga Idul Fitri. Tim di lapangan secara rutin melakukan pengecekan terhadap hasil tangkapan nelayan dan proses distribusinya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan dan para nelayan agar kegiatan penangkapan dan distribusi tetap lancar, meskipun ada penerapan WFA di kalangan ASN,” terang Zaini.

Ia menambahkan bahwa sistem kerja fleksibel ini tidak mengurangi semangat pelayanan. Justru, dengan digitalisasi layanan, banyak proses perizinan, pencatatan data, dan pengawasan bisa dilakukan secara daring tanpa menghambat kinerja.

Pelayanan di Pelabuhan Tidak Terganggu

PPN Karangantu sebagai salah satu pelabuhan perikanan strategis di wilayah Banten menjadi pusat perhatian KKP dalam menjaga kestabilan sektor perikanan selama masa WFA. Kepala PPN Karangantu, Dwi Supriyanto, menyebut bahwa pelayanan utama seperti bongkar muat hasil tangkapan, penyediaan es, BBM untuk kapal, hingga logistik untuk nelayan, tetap tersedia.

“Pelayanan langsung di lapangan kami pastikan tidak terganggu. Kami sudah menyesuaikan jadwal petugas dan memanfaatkan sistem shift agar semua kebutuhan nelayan tetap terpenuhi,” ujar Dwi.

Selain itu, Dwi menjelaskan bahwa PPN Karangantu juga terus memperkuat koordinasi dengan stakeholder lokal, seperti koperasi nelayan, unit pengolahan ikan, hingga distributor hasil laut. Hal ini penting agar semua proses berjalan sinkron dan tidak menimbulkan penumpukan atau keterlambatan distribusi.

Pemanfaatan Teknologi untuk Dukung Layanan
Dalam kondisi kerja fleksibel seperti WFA, KKP memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk tetap menjaga mutu layanan. Layanan digital seperti e-logbook, sistem informasi pelabuhan, serta monitoring perizinan usaha perikanan dimanfaatkan secara maksimal.

Hal ini membuktikan bahwa transformasi digital yang diusung KKP selama beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan dampak positif, terutama saat menghadapi tantangan seperti perubahan pola kerja.

Dengan sistem ini, para pelaku usaha perikanan dapat mengakses layanan KKP dari mana saja, termasuk untuk mengurus dokumen legalitas, laporan kegiatan, dan pengajuan bantuan.

Komitmen KKP untuk Ketahanan Pangan
Menjelang Hari Raya, konsumsi ikan di Indonesia biasanya mengalami peningkatan. Untuk itu, KKP terus menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan berbasis laut. Melalui pelabuhan perikanan seperti PPN Karangantu, distribusi ikan dari nelayan ke pasar-pasar tradisional dan modern bisa terus berjalan tanpa gangguan.

Zaini kembali menegaskan bahwa KKP tidak hanya fokus pada aspek pelayanan administratif, tetapi juga berkomitmen untuk memastikan hasil laut bisa dinikmati masyarakat luas dalam kondisi segar, aman, dan terjangkau.

“Kami akan terus memantau situasi di semua pelabuhan perikanan di Indonesia agar distribusi tidak terhambat, khususnya menjelang Lebaran ini,” tutupnya.

Penutup
Dengan adanya upaya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memastikan layanan tetap berjalan optimal di tengah kebijakan Work From Anywhere, masyarakat dapat merasa tenang menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dukungan teknologi dan semangat koordinasi antar-stakeholder menjadi kunci sukses dalam menjaga stabilitas sektor perikanan, khususnya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu.

Langkah ini tidak hanya menjamin kebutuhan pangan laut terpenuhi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik dapat tetap prima meski dalam kondisi kerja fleksibel.

 

Author: admin