Berita & Lowongan Pelaut Indonesia
Portal Media Pelaut Indonesia

Menyambut Industri Kapal dengan Bahan Bakar Methanol

43

- Advertisement -

VANCOUVER, COLUMBIA- BRITISH, beberapa perusahaan gabungan: Waterfront Shipping (WFS), Mitsui O.S.K. Lines, Ltd. (MOL), Westfal-Larsen Management (WL), dan Marinvest/Skagerack Invest (Marinvest), dengan bangga memperkenalkan inovasi engine MAN B&W ME-LGI 2-stroke terbaru yang akan digunakan pada sektor marine. Inovasi engine terbaru diklaim memiliki keunggulan sepert pembakaran bersih dan hemat bahan bakar. Selain dua keunggulan tadi, MAN B&W ME-LGI 2-stroke dual fuel engines dapat menggunakan bahan bakar seperti methanol, fuel oil, marine diesel oil, atau gas oil.

Methanol-ship
Ship Powered by Methanol

Inovasi teknologi terbaru ini secara signifikan dapat mengurangi emisi sambil memberikan alternatif pilihan bahan bakar yang layak, efisien dan nyaman kepada pemilik kapal dimana dapat memilih bahan bakar mana yang ingin digunakan. Dengan meningkatnya serta ketatnya peraturan mengenai pencemaran lingkungan serta memenuhi peraturan lingkungan terutama tentang emisi, metanol saat ini merupakan bahan bakar alternatif yang menjanjikan untuk kapal-kapal. Methanol adalah biodegradable, bahan bakar dengan pembakaran bersih (clean-burning marine fuel) yang dapat mengurangi emisi seperti partikulat, oksida sulfur dan nitrogen oksida. Diambil dari wikipedia: Metanol juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus, adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH3OH. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada “keadaan atmosfer” ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). metanol digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri.

Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh bakteri. Hasil proses tersebut adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di udara. Setelah beberapa hari, uap metanol tersebut akan teroksidasi oleh oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadi karbon dioksida dan air.

- Advertisement -

Reaksi kimia metanol yang terbakar di udara dan membentuk karbon dioksida dan air adalah sebagai berikut:

2 CH3OH + 3 O2 → 2 CO2 + 4 H2O

Jone Hognestad, President, Waterfront Shipping mengatakan:

Kami bekerjasama dengan patner kami untuk menciptakan sebuah inovasi baru. Teknologi bersih lingkungan merupakan hal yang sangat penting serta inovasi menuju kearah yang benar. Investasi di marine fuel berbasis metanol memperkuat komitmen kami untuk berinvestasi dalam teknologi yang berkelanjutan yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan tetapi juga bahan bakar marine alternatif ekonomis. Biaya untuk membuat dan mengkonversi yang sudah ada dikapal untuk dapat menggunakan metanol secara signifikan lebih rendah dari konversi bahan bakar alternatif,

Waterfront Shipping akan mencharter 7 kapal untuk menggantikan kapal lama mereka dan juga akan memperluas armadanya. Dua kapal dimiliki oleh WL, dua kapal merupakan join antara Marinvest dan WFS dan 3 kapal sisanya dimiliki oleh MOL. Kapal-kapal ini dibangun oleh Hyundai Mipo Dockyard dan Minaminippon Shipbuilding Co., Ltd. 3 kapal pertama telah dikirim pada bulan April 2016 lalu dan sisanya akan selesai pada bulan Oktober 2016.

MAN mengembangkan 2-stroke engines dalam hal menanggapi permintaan perkapalan dunia dimana dapat beroperasi menggunakan bahan bakar heavy fuel oil serta memenuhi peratura tentang emisi yang semakin ketat. Untuk menjaga resiko volatilitas harga nilai bahan bakar yang semakin tinggi, kapal dapat memilih dah beralih bahan bakar dan mengoperasikan biaya rendah se-efektif mungkin.

Tentang emisi kapal didalam peraturan laut sendiri telah dimuat dalam MARPOL yakni: Lampiran VI MARPOL 73/78 PERATURAN TENTANG PENCEGAHAN PENCEMARAN UDARA DARI KAPAL.

Lebih lengkap tentang peraturan ini dapat Anda lihat disini: MARPOL 73/78

Komentar
Loading...