Berita & Lowongan Pelaut Indonesia
Portal Media Pelaut Indonesia

Pelaut Vietnam Di Bunuh, Presiden Filipina Ancam Makan Anggota Abu Sayyaf Hidup-hidup

Duterte mengecam kelompok militan Abu Sayyaf yang membunuh dua pelaut Vietnam, ia mengancam akan makan hidup-hidup anggota kelompok militan tersebut.

0 684

- Advertisement -

Indoseafarer.com – Berkaitan dengan kejadian pemenggalan kepala dua pelaut Vietnam oleh kelompok separatis Abu Sayyaf, Presiden Filipina Rodrigo Duterte marah besar. Ia bahkan mengancam memakan hidup-hidup para teroris yang melakukan penculikan dan pemancungan dua pelaut Vietnam tersebut.

Pidatonya pada Rabu malam dihadapan pejabat setempat mengatakan: “Saya akan makan hati mereka, jika Anda menginginkan itu. Beri saya garam dan cuka dan saya akan memakannya di depan Anda,”

Ia melanjutkan: “Saya makan semuanya, saya tidak pilih-pilih. Saya makan apa pun yang tidak bisa ditelan,”. Sambil memegang telepon genggam dengan foto dua pelaut Vietnam yang terbunuh, Duterte menunjukkan kemarahannya dan mengecam aksi para teroris itu.

“Apakah kita membiarkan diri kita diperbudak oleh orang-orang ini? Anak pelacur!” sambungnya.

- Advertisement -

Baca juga:

Baca juga:
1 of 4

Penculikan dua pelaut Vietnam terjadi pada November 2016 lalu, keduanya adalah Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal Cargo yang melintasi wilayah perairan berbahaya Filipina itu. Sisa jasad mereka ditemukan oleh tentara Filipina di wilayah selatan Mindanao. Militer Filipina menuding pembunuhan itu dilakukan oleh gerombolan Abu Sayyaf yang terkenal sebagai penculik yang kerap meminta uang tebusan, dan berkedudukan di wilayah tersebut.

Kelompok Abu Sayyaf terkenal sangat meresahkan, mereka menculik untuk meminta uang tebusan. Jika tidak memberi, tidak segan-segan kelompok ini akan membunuh. Kelompok ini terbentuk pada tahun 1990-an dengan sokongan dana dari gembong teroris Al-Qaeda, Osama bin Laden. Sejak tahun lalu, Presiden Filipina, Duterte telah memerintahkan serangan militer terhadap Abu Sayyaf dan kelompok militan lainnya di Filipina selatan.

Abu Sayyaf menjadi musuh beberapa negara, termasuk Indonesia karena kerap menculik pelaut yang melintasi wilayah perairan kekuasaan mereka. Presiden filipina, Duterte sangat benci terhadap kelompok ini, ia kerap menggunakan bahasa ekstrem untuk meluapkan emosinya ketika berbicara tentang kelompok militan tersebut.

Kelompok ini tahun lalu juga melakukan pengeboman di davao, kota kelahiran Duterte. Dalam peritiwa itu, 15 orang tewas. Saat itu Duterte juga mengatakan akan memakan teroris Abu Sayyaf yang hidup.

Pemerintah Vietnam telah menyatakan kekhawatiran terkait serangkaian penculikan di laut lepas yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf. Hal ini disampaikan saat Duterte mengunjungi Hanoi tahun lalu.

Mendengar dua pelautnya yang dibunuh oleh Abu Sayyaf, Rabu kemarin, Kementerian Luar Negeri Vietnam mengeluarkan kecaman atas aksi pembunuhan itu, dan mendesak otoritas Filipina menerapkan hukum yang berat terhadap pelaku pembunuhan.

Salah satu dari enam awak kapal berhasil diselamatkan bulan lalu, dan tiga lainnya ditahan oleh militer Filipina. Dikatakan teroris Abu Sayyaf masih memiliki 22 sandera lainnya, termasuk delapan orang Vietnam lainnya.

Komentar
Loading...