Berita & Lowongan Pelaut Indonesia
Portal Media Pelaut Indonesia

Smart Ship: Inikah Teknologi Kapal Masa Depan?

Rolls-Royce melalui sektor maritimnya sedang mengembangkan kapal dengan teknologi remote sensor (smart ship) atau Autonomous ship.

0 299

- Advertisement -

Indoseafarer.com – Saat ini, dominasi oleh Teknologi pintar dan otomatisasi semakin berkembang di seantero dunia, mulai dari produksi industri hingga ke perangkat-perangkat rumah dan juga smartphone. Teknologi pintar dan otomatisasi tidak tanya berkembang pada sektor yang disebutkan diatas, tapi juga berkembang di sektor Maritim dan bahkan kapal yang dapat dioperasikan tanpa awak. Lebih dikenal bisa kita sebutkan dengan Smart ship atau kapal pintar.

Oskar Levander, Vice President of Innovation, Marine at Rolls-Royce
Oskar Levander, Vice President of Innovation, Marine at Rolls-Royce

Vice President of Innovation, Oskar Levander, dari sektor maritim Rolls-Royce, ketika ditanya saat wawancara bersama World Maritime News tentang perkembangan konsep Smart Ship saat ini yang beberapa waktu lalu telah di kenalkan ke publik dan bahkan beberapa perusahaan pelayaran telah melakukan ketertarikannya?

Kapan Smart Ship atau kapal tanpa awak (autonomous shipping) akan diluncurkan serta apa saja yang dibutuhkan agar hal itu bisa terjadi?

- Advertisement -

Lavender mengemukakan bahwa: Tahap pertama smartship, kami mempertimbangkan kapal yang dioperasikan menggunakan remot di perairan lokal terlebih dahulu dan direncanakan akan beroperasi pada tahun 2020 mendatang. Kemudian, pada tahun 2025 kami berharap kapal ini dapat beroperasi di laut lepas, sedangkan untuk target ke ocean going harapan kami lima tahun setelah itu. Tugs dan kapal Ferry adalah sektor komersil pertama yang kami incar.

smart-ships2
smart ship

Apa kunci teknologinya sehingga kapal tersebut bisa menjadi kenyataan?

Levander menjelaskan: Teknologi yang dibutuhkan agar kapal itu bisa menjadi kenyataan adalah “Teknologi sensor dan algoritmanya” yang saat ini telah ada di pasaran komersil sebagai sistem pendukungnya – kapal dengan ‘virtual captain’ – adalah tidak jauh lagi.

Levander melanjutkan, untuk membuat kapal tanpa awak atau smartship kami harus merubah semua level pengaturan. Untuk mendapat persetujuan pengaturan, mendukung pemilik kapal, operator dan juga pelaut dan juga penerimaan masyarakat luas, pengoperasian remote dan kapal tanpa awak harus benar-benar aman seperti kapal saat ini.

smart-ships3
smart ship

Tantangan sebenarnya untuk membangun konstruksi dan pengoperasian serta demonstrasi kapal pada level nasional perlu di eksplor, namun harus mempertimbangkan regulasi IMO serta perubahan-perubahan peraturan yang ada.

Melihat teknologi yang akan diterapkan cukup canggih, serta keterbatasan modal untuk investasi baru, bagaimana Anda menilai minat pemilik kapal untuk dapat berinvestasi pada jenis kapal ini? Apa keuntungan bagi pemilik kapal bila dibandingkan dengan jenis kapal yang ada saat ini? 

Levander: Kita akan coba menumbuhkan minat dunia untuk kapal jenis ini didorong dari potensi keuntungan yang ditawarkannya kepada pemilik kapal. Smartship diharapkan lebih aman, lebih efisien dan juga murah baik dari segi membangun kapal tersebut dan bahkan mengoperasikannya.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi Allianz pada tahun 2012, antara 75 hingga 96 persen kecelakaan laut merupakan akibat dari kesalahan manusia (Human Error). Hal ini sering terjadi akibat kelelahan manusia. Kapal yang dikendalikan secara jarak jauh dan otonom tidak memiliki faktor ini (kelelahan manusia), dengan demikian dapat mengurangi kecelakaan kapal. resiko cedera manusia, dan resiko kematian serta kerusakan aset yang berharga.

Laporan Kejadian Kecelakaan Kapal

Sumber World Maritime News Staff
Komentar
Loading...