Berita & Lowongan Pelaut Indonesia
Portal Media Pelaut Indonesia

Wartsila Dalam Koalisinya Mempromosikan LNG Sebagai Bahan Bakar di Dunia Maritim

39

- Advertisement -

Indoseafarer.com – Wärtsilä dan pemain dalam industri pelayaran terkemuka membentuk sebuah koalisi yang dikenal dengan SEA/LNG. Tujuan koalisi ini untuk mempercepat adopsi penggunaan Gas alam cair (Liquefied natural gas, LNG) sebagai bahan bakar utama yang digunakan dalam industri maritim serta untuk membantu mendobrak penghambat global perkembangan LNG dalam aplikasinya di dunia maritim serta meningkatkan kinerja di industri pelayaran.

Yang berada dalam koalisi SEA/LNG (selain Wartsila) adalah: Carnival Corporation, DNV-GL, ENGIE, ENN Group, GE Marine, GTT, Lloyds Register, Mitsubishi, NYK Line, Port of Rotterdam, Qatargas, Shell Downstream dan Tote.

Logo SEA/LNG (img credit: Wartsila.com)
Logo SEA/LNG (img credit: Wartsila.com)

“Ini adalah koalisi yang kuat dimana menggabungkan pemilik utama dari armada kapal, klasifikasi masyarakat, fasilitas pelabuhan, dan pakar energi. Wartsila mendistribusikan pengalaman dan pengetahuan mereka serta gas driven propulsion expert mereka. Dengan bekerja sama, kami berencana untuk mengatasi tantangan dan mempercepat penerimaan penerimaan dan penggunaan LNG di industri perkapalan. Setelah menjadi pelopor dalam penggunaan LNG sebagai bahan bakar di dunia maritim, dan pengembang teknologi utama dalam memfasilitasi adopsi bahan bakar LNG sebagai bahan bakar utama, adalah wajar bahwa Wartsila mendukung sepenuhnya tujuan koalisi SEA/LNG,” ungkap Timo Koponen, Vice President, Flow & Gas Solutions, Wärtsilä Marine Solutions.

- Advertisement -

LNG menawarkan kepadatan energi yang sebanding dengan bahan bakar petrol dan diesel dan menghasilkan polusi yang lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar minyak yang banyak digunakan sekarang di industri pelayaran seperti HFO. Sebagai perbandingan dengan HFO, LNG dapat memangkas emisi NOx hingga 85%, sedangkan untuk emisi SOx hampir sepenuhnya tidak ada pada bahan bakar ini karena gas alam tidak mengandung sulfur, dan produksi partikel praktis tidak ada, pembakaran gas alam juga lebih efisien dengan hampir tidak ada residu.

Fokus area utama dari koalisi SEA/LNG termasuk mendukung pengembangan bunkering LNG di pelabuhan-pelabuhan utama, mendidik para stakeholder tentang risiko, peluang dalam penggunaan bahan bakar LNG serta secara konsisten mengembangkan peraturan secara global tentang penggunaan bahan bakar bersih di industri maritim.

sumber: Wartsila.com

Komentar
Loading...