Berita & Lowongan Pelaut Indonesia
Portal Media Pelaut Indonesia

Wärtsilä RT-flex96C, Mesin Diesel Terbesar dan Powerfull Didunia

89

- Advertisement -

Indoseafarer.comWärtsilä RT-flex96C, Mesin Diesel Terbesar dan Powerfull Didunia!. Container Ship atau Kapal Peti Kemas adalah kapal yang khusus digunakan untuk mengangkut peti kemas yang standar. Rata-rata kapal kontainer memiliki betuk bangunan yang lebar dan besar, walaupun tidak semua demikian. Ukuran panjangnya hingga mencapai 1,200 feet dan dapat membawa 10,000 to 16,000, 20-foot dalam sekali trip. Dengan bentuk bangunan kapal berbadan lebar, panjang dan berat ini tentu membutuhkan energi sebagai tenaga pendorong yang juga besar.

Di Indonesia sendiri, Container ship termodern pertama yang pernah ada dan berbendera Indonesia adalah KM Gloria Express yang panjangnya mencapai 120m dan lebar 17,8m, milik Perusahaan Pelayaran Samudra PT Gesuri Lloyd. Kapal ini berbobot mati 7.670 DWT, buatan Ship Building & Engineering Ltd yang disainnya dari Jerman, dengan pelayaran perdana 12 Mei 1980 dari Tanjung Priok-Hongkong-Busan(Korea)-Tokyo-Kobe-Osaka(Jepang)-Keelung(Taiwan) dan kembali ke Indonesia. Nakhoda pertama yang menahkodai kapal ini adalah Kapten Moniaga.

Gambar dibawah ini adalah mesin diesel RT-flex96C two-stroke turbocharged low-speed yang digunakan di sebuah Kapal peti kemas (Container ship) yang menggunakan bahan bakar HFO. Di desain oleh Finlandia manufaktur Wärtsilä.

Wärtsilä-RT-flex96C-1
Tampak Engine Wärtsilä-RT-flex96C

- Advertisement -

RT-flex96C memiliki 14 buah cylinder dengan tinggi 13.5 metres (44 kaki), panjang 26,59m (87 kaki) dan beratnya lebih dari 2.300 ton. Bagaimana dengan tenaganya? RT-flex96C two-stroke turbocharged low-speed dapat menghasilkan tenaga sebesar 80.080 KW atau setara dengan 107.390 Hours Power (HP). Mesin adalah mesin reciprocating terbesar di dunia.

Wärtsilä-RT-flex96C-Piston
Wärtsilä-RT-flex96C-Piston

Mesin diesel ini pertama digunakan pada tahun 2006 pada sebuah kapal Peti Kemas Emma Mærsk dimana menjadi yang terbesar saat itu. Desain RT-flex96C tampak seperti mesin Wärtsilä yang lama, yakni RTA96C yang menggunakan teknologi common rail dan bukan menggunakan camshaft, chain gear, fuel injection pump dan hydraulic actuators. Dengan demikian mesin diesel RT-flex96C besutan Wärtsilä ini dapat memberikan performa yang maksimal pada putaran rendah (RPM) dengan konsumsi bahan bakar serta emisi yang juga rendah.

Wärtsilä-RT-flex96C-Crankshaft-dan-Crosshead
Wärtsilä-RT-flex96C-Crankshaft-dan-Crosshead

Mesin diesel ini menggunakan Crosshead bearing sehingga piston dan rodnya bergerak secara vertikal, sedangkan untuk pelumasan terbagi menjadi dua yakni pelumasan untuk dinding cylinder dan pelumasan untuk crankcase dan systemnya berbeda. Ini dimaksudkan agar dinding cylinder memiliki pelumasan yang cukup guna melindungginya dari keausan serta untuk menetralkan asam yang terbentuk selama pembakaran dengan bahan bakar yang tinggi sulfur. Desain crosshead mengurangi tekanan/gesekan lebih pada piston kearah samping dimana menjaga diametral silinder liner sekitar 0,03 mm per 1000 jam.

Salah satu fitur unggulan dari mesin ini adalah efisiensi termal yang tinggi yang melebihi 50%. Ini berarti bahwa 50% dari panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar diubah menjadi tenaga. Sebagai perbandingan, sebagian besar mesin pesawat hanya bisa mencapai efisiensi termal 25-30%. Pada pengaturan daya yang paling efisien, mesin diesel 14 silinder ini mengkonsumsi 1.660 galon bahan bakar minyak per jam atau sekitar 6283 liter.

Parameter pokok dari mesin diesel Wärtsilä RT‑flex96C and RTA96C

  • Bore: 960 mm
  • Stroke: 2500 mm
  • Output MCR:  6030 R1 kW/cyl, bhp/cyl 8200
  • Displacement: 1,820 liters per cylinder
  • Engine speed: 22–102 RPM
  • Mean piston speed: 8.5 meters per second
  • BMEP at R1: 19.6 bar
  • Torque: 7,603,850 newton metres (5,608,310 lbf·ft) @ 102 rpm
  • Power: up to 5,720 kW per cylinder, 34,320–80,080 kW (46,680–108,920 BHP) total
  • Mass of fuel injected per cylinder per cycle: ~160 g (about 6.5 ounces) @ full load
  • Pmax: 153 bar
  • Mean piston speed at R1: 8.5 m/s
  • Number of cylinders: 6–14*
  • BSFC: at full load, R1: 171 g/kWh, g/bhph 126
  • Crankshaft weight: 300 tons
Komentar
Loading...